Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Tepat Memberikan Parasetamol Saat Anak Mengalami Demam

Obat parasetamol atau acetaminophen adalah salah satu obat yang paling sering digunakan atau dikonsumsi untuk mengobati demam pada anak-anak. Fungsi utama dari parasetamol yaitu untuk meredakan atau meringankan rasa nyeri dan untuk mencegah kejang demam.

Namun sebelum memberikan obat apapun pada anak-anak, termasuk parasetamol disarankan untuk orangtua membicarakannya terlebih dahulu dengan dokter. Selain itu pemberian obat parasetamol juga tidak boleh sembarangan diberikan pada anak-anak.

Demam pada dasarnya adalah cara tubuh untuk melawan infeksi, namun kondisi ini dapat menimbulkan beberapa gejala yang dapat mengganggu aktifitas. Seperti sakit kepala, menggigil dan kehilangan nafsu makan untuk cara mengatasinya biasanya dokter menyarankan mengkonsumsi parasetamol.

Inilah Beberapa Cara Tepat Memberikan Parasetamol Pada Saat Anak Mengalami Demam 

Cara Tepat Memberikan Parasetamol
Sumber gambar : health.grid.id
Parasetamol merupakan obat penghilang rasa sakit yang umumnya sering digunakan atau dianjurkan dokter pada saat demam pada anak. Obat parasetamol sering kali digunakan untuk mengobati sakit kepala, sakit gigi, sakit perut dan sebagainya.

Parasetamol juga bisa digunakan untuk demam pada anak sesuai dosis yang diberikan dokter. Parasetamol anak tersedia dalam bentuk tablet juga sirup, untuk anak-anak yang sulit untuk menelan atau sakit parah parasetamol juga tersedia dalam bentuk suppositoria.

Dibawah akan kami jelaskan cara tepat memberikan parasetamol saat anak mengalami demam, sesuai dengan anjuran nya. Parasetamol juga obat yang diperjual belikan secara bebas dan juga mungkin sudah tidak asing lagi untuk kita.

1. Dosis Parasetamol yang Bisa Bunda Berikan Pada Anak

Cara Tepat Memberikan Parasetamol
Sumber gambar : www.sehatq.com
Dosis parasetamol pada anak harus disesuaikan dengan umur, berat badan dan kondisi anak, ini paling penting untuk bunda-bunda perhatikan. Agar anak bunda terhindar dari efek samping yaitu seperti kram perut, mual dan muntah, sembelit, kehilangan nafsu makan dan lainnya.

Pemberian parasetamol pada anak biasanya dilakukan pada saat anak mengalami demam, pasalnya obat parasetamol yang masuk ke dalam kategori analgesik atau anti nyeri yang mampu mengurangi rasa nyeri ringan hingga sedang. 

Parasetamol dalam bentuk sirup cair dapat diberikan pada anak mulai usia 2 bulan, untuk parasetamol dalam bentuk tablet dapat diberikan pada anak usia mulai 6 tahun. Sedangkan untuk parasetamol sediaan suppositoria dapat diberikan pada anak mulai usia 2 bulan. 

2. Cara Tepat Memberikan Parasetamol Pada Anak

Cara Tepat Memberikan Parasetamol
Sumber gambar : bali.tribunnews.com
Parasetamol anak dapat diberikan pada saat anak setelah makan, cara memberikan obatnya dalam bentuk sediaan sirup pada anak. Yaitu dengan cara kocok botol dengan baik dan tepat minimal 10 detik dan tuang obat dengan jumlah sesuai anjuran kedalam sendok plastik yang disertakan dengan obat.

Sedangkan untuk parasetamol dengan sediaan tablet sebaiknya dengan cara ditelan dengan disertai segelas air minum. Beritahu juga pada anak untuk tidak mengunyah tablet, sedangkan untuk parasetamol tablet larut harus dilarutkan terlebih dahulu dalam setengah gelas air minum.

Dan untuk parasetamol suppositoria digunakan dengan cara dimasukkan dan didorong ke dalam bokong anak dengan secara lembut. Ikuti petunjuk sesuai penggunaan pada label kemasan obat, parasetamol suppositoria membutuhkan waktu 60 menit untuk bekerja dengan baik.

3. Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pemberian Obat Parasetamol Pada Anak

Cara Tepat Memberikan Parasetamol
Sumber gambar : review.bukalapak.com
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua pada saat pemberian obat parasetamol pada saat  anak demam. Parasetamol anak tersedia dalam berbagai jenis dengan kekuatan yang berbeda-beda, dosis parasetamol yang bisa diberikan pada anak tergantung usia dan kekuatan obat tersebut.

Maka dari itu untuk bunda-bunda pastikan selalu membaca petunjuk dengan cermat dan teliti. Bila sudah memberikan obat parasetamol, hindari pemberian obat lain dengan kandungan parasetamol juga pada anak seperti pada beberapa obat batuk dan pilek jadi periksalah komposisi obat dengan hati-hati.

Parasetamol merupakan salah satu obat sehari-hari tetapi dapat berbahaya ketika diberikan terlalu banyak pada anak. Jadi jauhkan obat dari jangkauan anak, pastikan bunda menunggu selama empat jam sebelum memberikan dosis obat berikutnya dan jangan berikan obat lebih dari empat kali sehari.

4. Bahaya Kelebihan Dosis Parasetamol Pada Bayi dan Anak-anak

Cara Tepat Memberikan Parasetamol
Sumber gambar : heasianparent.com
Terlalu banyak meminum parasetamol untuk bayi dapat mengakibatkan membebani kemampuan hati untuk mengolah obat tersebut dengan baik. Over dosis obat parasetamol pada anak atau pun bayi bisa menyebabkan masalah hati yang dapat mengancam jiwa.

Bahkan meminum parasetamol untuk bayi sesuai dosis yang dianjurkan selama lebih dari 2 hari bisa menyebabkan kerusakan hati pada anak yang kurang sehat. Gejala awal over dosis parasetamol adalah mual, muntah, pucat, lesu dan sakit perut dalam 24 jam setelah minum obat. 

Segera bawa ke rumah sakit jika anak mengalami gejala seperti di atas, dirumah sakit si kecil akan menjalani tes darah. Untuk menentukan apakah konsentrasi parasetamol dalam badan berbahaya, jika perlu dokter memberikan antidot untuk meredakan efek parasetamol.

5. Penyebab Over Dosis Parasetamol Pada Bayi dan Anak-anak

Cara Tepat Memberikan Parasetamol
Sumber gambar : id.theasianparent.com
Over dosis parasetamol untuk bayi dan anak-anak bisa terjadi dalam sekejap mata, seringkali hal ini terjadi karena ketidaktahuan dan ketidak sengajaan. Contohnya terburu-buru ketika memberikan obat kepada anak atau bayi dengan takaran yang tidak sesuai.

Memberikan dua dosis obat dalam waktu berdekatan, salah membaca cara penggunaan dilabel obat. Menggabungkan obat misalnya obat demam dan obat pilek karena anak sedang mengalami gejala flu, ini biasanya berbahaya karena banyak obat pilek yang sudah mengandung parasetamol. 

Maka dari itu berhati-hatilah harus cermat dan teliti saar memberikan obat, menganggap semakin sering minum obat atau semakin tinggi dosisnya maka semakin cepat sembuh. Hal ini biasanya dilakukan karena merasa tidak puas dengan kinerja atau performa dosis yang telah dianjurkan sesuai aturan pakai.

6. Cara Mencegah Over Dosis Obat Parasetamol Pada Anak dan Bayi

Cara Tepat Memberikan Parasetamol
Sumber gambar : id.theasianparent.com
Sebelum memberikan obat parasetamol pada anak pertimbangkan lagi terlebih dahulu, apakah si kecil benar-benar membutuhkan obat parasetamol untuk bayi atau anak. Banyak dokter tidak menyarankan pemberian parasetamol jika demam si kecil rendah yaitu sekitar 38,5 sampai 39 derajat celcius.

Sebab demam merupakan salah satu cara sistem kekebalan tubuh bekerja untuk mengendalikan infeksi. Parasetamol tidak untuk menyembuhkan demam pada anak, melainkan untuk membuat si kecil nyaman karena suhu tubuh tinggi bisa menyebabkan sakit kepala dan nyeri ditubuh.

Hal-hal yang harus diperhatikan untuk mencegah over dosis obat parasetamol yaitu ketahui berat badan anak sehingga bunda bisa memberikan obat sesuai bobot anak. Gunakan sendok atau gelas takar obat, jangan berikan dosis berlebih, jauhkan dari jangkauan anak-anak.

Kesimpulan 

Untuk bunda-bunda dirumah harap berhati-hati ketika memberikan obat jangan melebihi dosis yang dianjurkan. Karena sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, jadi pastikan bunda memberikan obat pada si kecil dengan benar dan tepat ya bun agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Posting Komentar untuk "Cara Tepat Memberikan Parasetamol Saat Anak Mengalami Demam"